Pantai Kasap Pacitan dengan Keindahan yang Meninggalkan Kerinduan
Rencana ini sudah kami diskusikan lebih dari satu tahun yang lalu namun selalu tertunda oleh waktu. Mengunjungi wilayah yang kian banyak orang perbincangkan karena keindahan alamnya. Suasana sepi nan nyaman di setiap persimpangan, yang membuat orang merasakan ketenangan saat bersapa dengannya. Terletak di sebelah timur di pulau dengan penghuni terbanyak se-Indonesia menjadi acuan bahwa tempat ini akan terus berkembang. Pacitan, kabupaten dengan berbagai wisata indah yang memanjakan mata, sungai, pantai, dan wisata goa menjadi salah satu daya tariknya, dan ketempat inilah akhirnya kami berlabuh memanjakan mata di salah satu pantai yang menjadi primadona banyak orang, Pantai Kasap.
Beberapa bulan yang lalu kami memutuskan untuk pergi ke Pacitan mengunjungi beberapa tempat wisata karena sudah menjadi rencana yang cukup lama tertunda. Kami mengunjungi dua tempat namun pada cerita ini saya hanya menceritakan satu tempat terlebih dahulu yaitu Pantai Kasap. Pantai ini terletak di Gumuharjo, Watukarang, Pringkuku, Pacitan, dengan posisi kami berangkat dari Jogja menaiki sepeda motor dengan waktu tempuh kira-kira 3 jam belum termasuk dengan berhenti sejenak untuk beristirahat karena itu jarak yang cukup jauh, kalau dilihat dari Google Maps jarak dari Jogja ke pantai ini adalah sekitar 110 km dan untungnya cuaca pada hari ini cerah dan sangat mendukung perjalanan kami. Ini merupakan one day trip, jadi kami pulang pergi dalam hari yang sama. Kenapa bisa demikian padahal jaraknya lumayan jauh?, ya karena kami berangkat dari pagi sekitar jam 7 pagi lalu segera meluncur ke lokasi.
Jika dihitung-hitung bagi yang ingin pergi ke tempat ini dengan titik asal Jogja dan ingin mengunjungi setidaknya 2-3 tempat wisata ada baiknya berangkat lebih awal sekitar jam 7 atau 8 pagi, dengan estimasi 7 jam perjalanan pulang-pergi dan 1-2 jam disetiap destinasi wisatanya. Kami mengambil jalur menyusuri bagian selatan Jogja hingga sampai di Pacitan, jadi kami telah melewati Jogja - Jawa Tengah - Jawa Timur (Pacitan).
Singkat cerita setelah beberapa jam berlalu dan berbagai pemandangan indah yang sudah disuguhkan selama perjalanan karena kami menyusuri bagian selatan Jogja, lalu masuk Jawa Tengah sampailah kami di Pacitan. Saat masuk ke daerah ini saya merasa sedikit asing karena sepanjang jalan saya hanya melihat bukit dan juga pepohonan, dan hanya bertemu dengan segelintir orang di jalanan. Suasana yang tergambarkan adalah sepi dan tenang padahal di daerah ini banyak tempat wisata yang sangat menarik tetapi kenapa hanya segelintir orang yang berlalu lalang di jalanan?, kondisi jalanan yang layak untuk dilalui dan sederetan pertamini yang menjadi salah satu pencaharian masyarakat terpampang jelas oleh mata. Jadi yang akan atau sudah kehabisan bahan bakar tidak perlu takut akan susahnya mencari penjual bahan bakar. Kembali lagi ke perjalanan, kami baru pertama kali ke daerah ini, kami percaya sepenuhnya dengan Google Maps dan untungnya dia tidak memberikan kami harapan palsu. Perjalanan berjalan lancar tidak ada kendala dan saya akhirnya menarik kesimpulan kemana semua orang pergi.
Sampailah kami di pantai kasap, berbaris rapi kendaraan-kendaraan milik pengunjung yang ramainya berbanding terbalik dengan suasana di jalan saat kami menuju tempat ini. Kerumuman orang memadati pantai ini dengan segala macam kegiatan yang dilakukan, karena tempat ini begitu luasnya dan terdapat banyak spot foto dan spot bersantai untuk keluarga. Kagum, itulah perasaan yang pertama kali terlintas di benak saat sampai ditempat ini dan melihat pemandangan alamnya, lelah selama perjalanan sudah terbayarkan dengan bonus yang diatas ekspektasi. Pemandangan yang sangat alami dan juga lingkungan yang dapat dikatakan bersih menambah kekaguman saat menyusuri tempat ini. Setelah berkeliling di bagian depan pantai, saya menyebutnya depan karena berdekatan dengan pintu masuk, kami beranjak ke spot yang menjadi pamungkas menurut saya pribadi, yang banyak orang katakan sebagai spot replika raja ampat, walaupun saya belum berpikir demikian karena saya belum pernah ke raja ampat, tapi spot ini memang layak menjadi primadona.
Terhampar seperti tempurung kura-kura, pulau-pulau kecil yang membentuk sebuah kesatuan dengan daya tariknya tersendiri, menjadikan spot ini sebagai spot terbaik (versi penulis). Foto ini saya ambil dari salah satu bukit, walaupun angin di atas cukup kencang karena bersentuhan langsung dengan laut tanpa ada yang menghalangi, tapi itu tidak menghalangi banyak orang untuk menjadi saksi keindahan ini. Pulau Jawa yang terkenal padat akan penduduk namun kita masih bisa merasakan pemandangan seperti ini, bukankah sangat indah? dan patut dilestarikan?. Masih ada beberapa spot lain yang sangat menarik di pantai ini yang bisa kita gunakan untuk bersantai dan sekedar bermain air. Bagi pecinta suasana alam sangat direkomendasikan mengunjungi tempat ini dan kalian akan merasakan sensai yang akan membekas, selagi kita bisa menikmati dan menjaga hal-hal seperti ini kenapa tidak?.
Terimakasih, ingat selalu menjaga keselamatan dalam perjalanan dan tetap menjaga kebersihan kini dan nanti.




Mantap infonya gan
BalasHapus